Berita Militer : Efek Agresi Militer AS Terhadap Market


Sentimen Market
Berita Militer Indonesia | Minggu lalu, sehubungan dengan insiden yang terjadi di Negara Suriah atas meledaknya bom kimia, AS dan sekutunya melontarkan 50 rudal jelajah dari kapal perang mereka yang berada di Perairan Mediterania. Aktivitas militer tersebut membawa pesan dan unjuk kekuatan AS, bahwa mereka tidak akan lunak lagi seperti masa kepemimpinan Obama yang lebih mengedepankan cara-cara diplomatik.

Beberapa negara yang menjadi target pesan akan serangan AS tersebut yaitu Korea Utara. AS seakan memperingatkan Korut untuk tidak main-main dan menghentikan uji coba nuklirnya. Negara berikutnya yang menjadi target pesan atas peluncuran rudal tersebut yaitu Rusia dan Suriah sendiri. Hal ini karena saat ini Rusia yang sedang mendominasi pasar distribusi minyak mentah dan gas alam yang melibatkan Iran untuk pasar Eropa.



Seperti kita ketahui, jaur pipa distribusi minyak maupun gas alam untuk pasar AS dan Eropa melewati Negara Suriah. Serangan kemarin menjadi arogansi AS untuk merebut dominasi Rusia dan China atas Suriah. China sendiri mempunyai investasi kurang lebih sebesar USD 10 miliar, sedang Rusia sebesar USD 19,4 miliar pada tahun 2009 berupa jaringan pipa gas alam. Secara tidak langsung, kedua negara tersebut akan mempertahankan kepentingannya di Suriah.

Pasca diluncurkannya rudal jelajah oleh AS tak berselang lama, China mengeluarkan sindiran atas aksi AS tersebut, sedangkan Rusia mulai mengerahkan kapal perang ke Perairan Mediterania sebagai simbol perlawanan. Atas insiden tersebut, sempat terjadi kendala atas supply gas dan minyak mentah dari Arab Saudi dan Iran. Kondisi geopolitik saat ini masih kurang kondusif atas kekhawatiran aksi militer lanjutan karena banyak negara yang ikut merespon aksi AS kemarin. Kendala supply minyak mentah dan gas alam yang terjadi kemarin direspon oleh Energy Information Administration (EIA) bahwa hari ini data yang akan dirilis untuk simpanan minyak mentah AS minus 700K.


Teknikal Overview untuk Emas Hitam



Grafik Proyeksi Harga Minyak Mentah Menurut OPEC



Saat ini, crude oil bertipe Brent diperdagangkan di level harga USD 56.79 per barel. Dan pada saat ini juga harga sedang mencoba kembali resistance kuat yang terbentuk pada level harga 56.79-57.56. Area perdagangan saat ini menyajikan setup yang menarik, hal ini karena resiko yang minimal dengan potensi profit yang maksimal.

Jika area kuning di-breakup, maka Brent akan kembali menguat menuju level harga USD 60 per barel. Akan tetapi jika batas tersebut membuat harga pullback, maka harga akan kembali melemah menuju kisaran harga USD 51 per barel. Akan tetapi, melihat kondisi geopolitik saat ini, sangat besar kemungkinan crude oil akan kembali menguat dan sesuai proyeksi dari Q2 OPEC di atas.



Translate

Iklan Atas Artikel

banner%2Bfb.png

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

banner%2Bfb.png
close
== [Close] ==