Berita Militer : China Kirim Kapal Mata-Mata Pantau Latihan Militer Bersama RIMPAC 2018 di Hawaii



Berita Militer Indonesia - China telah mengirimkan sebuah kapal mata-mata untuk memantau latihan militer bersama ‘Rim of the Pacific’ (RIMPAC) di wilayah perairan Hawaii yang dipimpin oleh Amerika Serikat. Keputusan itu diambil setelah Angkatan Laut China tidak dilibatkan dalam latihan tersebut menyusul ketegangan di Laut China Selatan, sebuah wilayah perairan yang sedang dipersengketakan antara China, Taiwan dan tiga negara ASEAN.

Juru bicara US Pacific Fleet, Charlie Brown, mengatakan satu unit kapal mata-mata China telah beroperasi dalam radius 200 mil zona ekonomi eksklusif atau ZEE di tepi pantai Hawaii sejak Rabu, 11 Juli 2018.

“US Pacific Fleet sedang memonitor sebuah kapal mata-mata China yang beroperasi di daerah Hawaii namun masih di luar teritorial perairan Amerika Serikat. Kami harap kapal ini akan tetap di luar teritoral Amerika Serikat dan tidak melakukan tindakan yang bisa mengganggu jalannya latihan,” kata Brown.

Kapal perang Inggris HMS Sutherland berlayar ke Laut China Selatan untuk peringatkan Beijing tentang kebebasan berlayar di perairan yang dipersengketakan China dan beberapa negara.

Sementara itu, analis bidang Angkatan Laut dari China, Li Jie, mengatakan mengirimkan kapal mata-mata untuk memonitor latihan militer yang dilakukan negara lain adalah tindakan yang standar. Dengan begitu, apa yang dilakukan kapal mata-mata China adalah hal yang legal di bawah hukum internasional sejauh jaraknya 12 mil dari bibir pantai.

Dikutip dari scmp.com pada Minggu, 15 Juli 2018, sejumlah analis militer China mengatakan kapal mata-mata itu dapat digunakan untuk mendapatkan informasi mengenai saluran-saluran komunikasi tanpa melanggar hukum internasional yang berlaku dengan berada di lokasi.

Pentagon sebelumnya pernah meminta China untuk ambil bagian dalam latihan militer ‘Rim of the Pacific’. Akan tetapi, undangan itu tarik kembali oleh Amerika Serikat sebagai dampak tindakan Beijing di Laut China Selatan yang menciderai norma-norma internasional. Beijing menyebut, tindakan Amerika Serikat itu tidak patut. Latihan militer bersama ‘Rim of the Pacific’ adalah latihan Angkatan Laut internasional terbesar di dunia yang dilakukan dua tahun sekali. ( Kabar Militer )

Posted : HR/TSM/https://www.tempo.co/

Translate

Iklan Atas Artikel

banner%2Bfb.png

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

banner%2Bfb.png
close
== [Close] ==