Teknologi Militer Indonesia Terbaru : Ranpur Amfibi BVP-2 Terlahir Kembali Menjadi BVP-M2 SKCZ Setelah di Upgrade dan Modernisasi Total



Berita Militer Indonesia - Usianya memang belum terlalu tua jika dibandingkan ranpur lapis baja sekelas BTR-50, PT-76 dan AMX-13, namun BVP-2 yang terlahir di dekade 80-an juga dirasa perlu mendapatkan upgrade yang serius agar ranpur yang aslinya berlabel BMP-2 ini tetap dapat mumpuni dan siap meladeni peperangan modern. Seperti di negeri asalnya, IFV (Infantry Fighting Vehicle) ini telah terlahir kembali dalam wujud yang benar-benar berbeda dari sebelumnya.

Ditangan Excalibur Army, manufaktur persenjataan dari Ceko, BVP-2 lawas mendapatkan sejumlah upgrade dan kemudian diberi label BVP-M2 SKCZ. Guna mempermudah pemasaran, prototipe upgrade BVP-2 yang diperkenalkan pada Eurosatory 2018 ini diberi callsign Sakal IFV.

Upaya Excalibur Army untuk melakukan upgrade di IFV Sakal terbilang cukup masif. Boleh dibilang hanya komponen sasis dan konfigurasi susunan awak saja yang masih sama dengan BVP-2. Desain bodi didesain ulang, sejumlah kelemahan pada BVP-2 dieliminasi. Sisi ergonomi untuk kru dan awak pasukan ditingkatkan, menjadikan IFV seolah ranpur yang benar-benar baru.

Konfigurasi awak terdiri dari sopir yang berada di sisi kiri dengan single piece hatch cover yang terbuka ke arah kanan. Selain keberadaan tiga periskop, untuk memudahkan navigasi pengemudi juga dibekali night vision system. Sementara sistem kubah IFV Sakal sudah mengusung RCWS (Remote Control Weapon System) dan terintegrasi pada teknologi BMS (Battlefield Management System). Masih seperti di generasi BVP-2, di dalam kubah ditempati penembak dan komandan.



Kubah IFV Sakal mengadopsi TURRA 30. Pada kubah ini dilengkapi senjata utama berupa kanon kaliber 30 mm, senapan mesin coaxial kaliber 7,62 mm, sistem rudal anti tank Konkurs pada sisi kiri kubah, dan granat asap yang mampu melindungi ranpur di area seluas 120 derajat. Laras kanon 30 mm mempunyai sudut elevasi -10 sampai 75 derajat, dirancang untuk menghadapi sasaran di permukaan sampai sasaran di udara yang terbang rendah.

Sebagai senior dari IFV BMP-3F, IFV Sakal dapat membawa 6 pasukan infanteri. Modifikasi dilakukan pada pintu keluar masuk pasukan, bila sebelumnya mengadopsi model konvensional, kini diganti dengan model pintu rampa hidrolik, meski tersedia pintu yang dapat diakses secara manual. Sakal dilengkapi proteksi anti nubika dan balistik STANAG 4569 level 3. Sementara untuk proteksi dari efek ledakan ranjau merujuk pada standar STANAG 4569 level 2a. Sakal dapat ditambahkan armor tambahan untuk menhadapi serangan rudal anti tank dan RPG.

Meski tak disebutkan secara detail, IFV Sakal disokong mesin diesel Caterpillar C9.3 dengan kekuatan 400 hp. Kecepatan luncur di jalan mulus sampai 70 km per jam, dan dalam kondisi tangki bahana bakar penuh, IFV Sakal dapat menjelajah sampai 550 km.

Dengan beragam modifikasinya, IFV Sakal menjelma sebagai ranpur seberat 19 ton, bandingkan dengan bobot BVP-2 yang 14,3 ton. IFV Sakal punya panjang 7 meter, lebar 3,2 meter dan tinggi 2,9 meter.

Bagaimana dengan BVP-2 Korps Marinir? Meski belum ada tersiar kabar rencana upgrade, namun dengan kondisi ranpur yang masih terawat baik dan jumlah yang ada 40 unit, maka ada peluang untuk meng-upgrade BVP-2 Korps Marinir, ditambah nama Excalibur Army juga tak asing sebagai pemasok alutsista MLRS RM70 Vampire. Mungkin yang menjadi pertanyaan, selain harga paket upgrade tentunya bagaimana dengan performa renang IFV Sakal? Apakah bisa lebih baik dari BVP-2 yang telah dioperasikan Korps Marinir sejak 1998? (Gilang Perdana - Kabar Militer )

Translate

Iklan Atas Artikel

banner%2Bfb.png

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

banner%2Bfb.png
close
== [Close] ==