Teknologi Militer : Satu Skuadron F-16V Block 72, Cukupkah Jadi Mahar Restu AS Terkait Pembelian Su-35 Rusia?


Berita Militer Indonesia - Seperti diberitakan oleh Kompas (8/8), pengadaan Sukhoi Su-35 untuk Indonesia masih terganjal restu dari AS. Restu itu tentu berupa waiver atau ijin surat pengecualian sanksi CAATSA di pasal 231 NDAA agar Indonesia tidak kena sanksi karena membeli alat utama sistem pertahanan dari Rusia.

Suka tidak suka, walaupun jiwamu Merah Putih, secara ekonomi tetap ada persilangan kebutuhan dari AS dan Indonesia. Kalau sampai kena Sanksi, Indonesia juga yang akan repot karena akses pasar ekspor dan keuangan akan tertutup.

Namun begitu, belajar dari India, sebenarnya bukan berarti tidak ada jalan. AS sendiri saat ini ibaratnya seperti anak kecil yang kurang perhatian saja.

Seperti diperintahkan Presiden Trump, Pemerintah AS termasuk Kedutaan Besar AS di luar negeri memang harus aktif dagang senjata. India sendiri membeli rudal NASAMS II dari AS bersamaan dengan S-400 Triumf Rusia.

Dalam hal ini, sanksi AS tersebut dapat dipandang sebagai suatu mekanisme perang dagang antara AS dan NATO melawan Rusia.

Nah, tinggal Indonesia mau membeli apa dari AS untuk mengimbangi Su-35S? F-16V Block 72 nampaknya bisa dipertimbangkan. Jet tempur ini sudah ditaksir oleh TNI AU untuk gantikan Hawk Mk.209 yang saat ini jumlahnya ada 2 skadron. Harganya pun tidak mahal, sebelas duabelas lah dengan Su-35 walau dari kemampuan memang bisa jadi berbeda.

Namun itu lain soal, jika memang yang diprioritaskan adalah supaya Su-35S ijinnya keluar, mau tidak mau F-16V memang harus jadi mahar! (Aryo Nugroho - Kabar Militer )

Translate

Iklan Atas Artikel

banner%2Bfb.png

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

banner%2Bfb.png
close
== [Close] ==