Berita Militer : Lolos Uji Tembak, Pindad Siap Produksi Massal Medium Tank




Berita Militer Indonesia - PT. Pindad (Persero) bersiap melakukan produksi massal Medium Tank hasil kerja sama dengan FNSS Turki, mulai akhir 2018, menyusul hasil bagus dan memuaskan dalam uji tembak.

Senin (27/8), Medium Tank itu menuntaskan rangkaian firing test selama tiga hari di kawasan Pusdikif TNI AD, Cipatat Kabupaten Bandung Barat. Uji daya gempur disaksikan Dankodiklat AD, Mayjen AM Putranto, Dirjen Potensi Pertahanan Kemenhan, Bondan Tiara Sofyan bersama jajaran, dan tuan rumah Dirut Pindad Abraham Mose serta perwakilan FNSS. Usai uji tembak, mereka menyatakan kepuasan. Bondan bahkan menegaskan kesiapan pihaknya untuk langsung melakukan pengadaan. Pindad diminta bersiap memproduksi.

”Tapi belum kontrak, untuk proyeksi awal minimal 44 unit dan itu sudah ada alokasinya di APBN, akan kami matangkan prosesnya,” tandasnya.

Dia menyebut tank medium tersebut berpeluang memperkuat batalyon kavaleri divisi baru yang dibentuk di satuan Kostrad dalam waktu dekat. ”Minimal untuk satu Yonkav sebagai bagian dari pembentukan organisasi baru Divisi III Kostrad. Kita akan mulai persiapkan personelnya karena kita tak mau barang ada, baru belajar mengoperasikan,” jelasnya.

Merespons permintaan tersebut, Abraham Mose menyatakan kesiapannya untuk melakukan produksi. Hanya, Pindad menunggu proses sertifikasi yang diperkirakan memakan waktu sebulan oleh Kemenhan.

”Begitu sertifikasi selesai, kami siapkan produk massal akhir tahun ini. Kami siap memenuhi kebutuhan AD. Seperti Anoa, kami bisa memproduksi hingga 40-50 unit pertahun,” katanya.

Dalam uji tembak, suara menggelegar disertai bubungan asap di target sasaran menandai tahapan penting yang dijalani tank medium itu. Uji daya gempur itu digelar guna menguji fungsi penembakan dari turret 105 mm yang merupakan senjata utama tank medium. Kanon kaliber 105 mm itu mampu menembakkan berbagai tipe amunisi kaliber 105 mm.

Penembakan itu berjalan secara variatif baik secara statis maupun pada saat tank medium bergerak sambil mengunci sasaran. Turret medium tank mempunyai mekanisme autoloader dengan 12 butir peluru di turret dan 26 butir peluru cadangan di dalam hull. Lebih dari 12 amunisi dimuntahkan, pagi kemarin.

Total 28 amunisi dilontarkan selama pengujian yang juga sejalan dengan proses mendapatkan sertifikasi. Amunisi itu menghancurkan sejumlah target di perbukitan yang berjarak antara 1.300 hingga 1.500 meter. Di antaranya tiga papan target, objek serupa bunker dan tank. Semuanya digasak habis oleh tembakan-tembakan dari moncong tank medium.

Kemampuan tembak tank bisa menggempur sasaran dalam jarak pertempuran 3.000 meter hingga 5.000 meter. Dari ruang tembak, sasaran itu sebelumnya di lock on. Tank medium Pindad itu memiliki bobot 32 ton, power 20 HP perton dengan kecepatan maksimal 70 km perjam. Tank itu diawaki tiga kru. (dwi-31)

Posted : HR/TSM/SM - Kabar Militer

Translate

Iklan Atas Artikel

banner%2Bfb.png

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

banner%2Bfb.png
close
== [Close] ==