Leopard 2A4Ri TNI AD, Main Battle Tank Penjaga Ibu Pertiwi




Berita Militer Indonesia - Diberitakan arcinc.id (5/10), tidak ada alutsista TNI yang mampu menarik diskursus politik kecuali Main Battle Tank Leopard 2A4 dan 2Ri. Dibeli di penghujung masa jabatan periode ke-2 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, tank ini menjadi bahan perdebatan Capres 2014.

Calon Presiden Joko Widodo yang saat itu adu debat dengan Capres Prabowo Subianto sempat mengatakan bahwa tank ini beratnya 62 ton, tidak cocok dengan wilayah Republik Indonesia, jalan dan jembatan-jembatannya bisa ambles. Maka, langsung muncul istilah jemaah amblessiyah.

Pada akhirnya, ketika seluruh tank buatan Krauss Maffei Wegmann-Rheinmetall ini lengkap datang ke Indonesia, tank bermeriam L44 120mm berulir halus mulus ini terbukti mampu membantah prediksi keliru selama ini. Tidak hanya di perkotaan, Leopard bisa digelar sampai ke Baturaja, dan bahkan Natuna.

Tank yang dioperasikan oleh 4 awak yaitu komandan, juru tembak, pengemudi dan pengisi peluru/ juru radio ini membuktikan mampu melalap medan berat dan memberikan daya pukul yang sangat-sangat besar.

Kehadiran alutsista MBT Leopard 2A4/2Ri membawa TNI sejajar dengan negara-negara ASEAN lain seperti Malaysia (PT-91 Pendekar) dan Singapura (Leopard 2SG) yang sudah lebih dulu mengoperasikan Main Battle Tank.

Dalam versi terbaiknya Leopard 2A4Ri, paket proteksi yang dibeli bahkan sangat lengkap, dengan pelat komposit AMAP buatan IBD Deisenroth yang mampu melindungi tank-tank ini dari ancaman rudal anti tank, demi menjaga ibu pertiwi. (Aryo Nugroho)

Translate

Iklan Atas Artikel

banner%2Bfb.png

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

banner%2Bfb.png
close
== [Close] ==